Ciri-ciri Virus HIV, Gejala Serangan AIDS dan Pengobatannya


Pendahuluan: Pengertian dan Pengenalan Dasar Tentang Virus HIV

Gambaran Umum Virus HIV (Human Immunodeficiency Virus)

Virus HIV adalah virus yang menyerang sistem imun manusia. HIV adalah akronim dari Human Immunodeficiency Virus yang berasal dari kemampuan virus HIV menyebabkan manusia kehilangan sistem imun hingga rentan terhadap infeksi mikroorganisme patogen lain, bahkan yang sebelumnya tidak menyebabkan penyakit yang fatal.

Bersama Tuberculosis (TBC) dan malaria, penyakit HIV AIDS merupakan tiga besar patogen yang menyerang manusia di seluruh dunia. Virus ini dilaporkan telah menyebabkan lebih 5 juta kematian pertahun (Tb et al. 2012).

Virus HIV adalah virus anggota retrovirus, yakni virus yang memiliki materi genetik berupa RNA berantai tunggal. Virus ini harus mengubah genomnya menjadi DNA, untuk dapat menyerang sel inangnya. HIV memiliki waktu inkubasi yang cenderung lama (dalam hitungan tahun), hingga dikelompokkan dalam sub-grup lentivirus (berasal dari kata lentus yang berarti lama) (Robertson et al. 1993).

Sel yang diserang virus HIV adalah sel leukosit T (Sel CD4+/Sel T) yang membantu tubuh memerangi infeksi. Akibat dari serangan virus HIV adalah penyakit yang disebut sebagai Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) .

AIDS adalah tahapan akhir dari serangan HIV. Pada tahapan ini, sistem imun tubuh penderita AIDS yang disebut ODHA (Orang dengan HIV/AIDS), tidak lagi mampu memerangi berbagai serangan patogen dan proliferasi jaringan malignan seperti tumor dan kanker.

Meski banyak pengobatan yang sedang dikembangkan, virus HIV juga tidak dapat dihilangkan secara total dari tubuh penderita. Hingga satu-satunya cara untuk ‘mengobati’ AIDS adalah dengan mengonsumsi obat-obatan yang menekan perkembangan virus tersebut. Obat HIV/AIDS ini harus terus dikonsumsi sepanjang hidup penderita, agar virus tertekan jumlahnya dan gejala AIDS tidak muncul.

Jenis-jenis, Klasifikasi, Asal dan Filogeni Virus HIV

Jenis-jenis Virus HIV

HIV adalah virus RNA yang tergolong dalam virus grup VI (ssRNA-RT) berdasarkan klasifikasi virus Baltimore dan diklasifikasikan dalam famili Retroviridae. Virus ini diklasifikasikan lebih lanjut dalam sub famili Lentivirinae dan genus Lentivirus.

Bacaan lanjutan  Anda Diet dan Tetap Gemuk? Salahkan Bakteri Saluran Pencernaan Anda!

Tercatat ada dua jenis virus HIV yakni virus HIV-1 dan HIV-2.  Kedua virus tersebut menyerang sel darah putih yang sama yakni sel T. Perbedaan keduanya adalah pada sebaran serangan atau distribusinya di seluruh dunia.

Virus HIV-1 merupakan varian virus HIV yang lebih mudah disebarkan dan paling banyak ditemukan di dunia. Sedangkan virus HIV-2 hanya terbatas pada beberapa daerah di benua afrika bagian barat, dan jarang ditemukan pada belahan dunia lain.

Virus HIV-1 memiliki banyak subtipe, berdasarkan daerah sebaran virus tersebut. Diantara kedua jenis virus HIV, virus subtipe HIV-1 merupakan varian yang paling berbahaya dan paling luas sebarannya. HIV-1 adalah virus HIV grup M yang bertanggung jawab dalam 90% kasus HIV/AIDS dunia.

Virus HIV-1 memiliki kedekatan filogeni dengan virus SIV (simian immunodeficiency virus) yang menyerang simpanse. Sedangkan HIV-2 cenderung lebih dekat pada strain SIV yang menyerang monyet sooty mangabeys. Para ilmuwan menduga, bahwa sebenarnya HIV adalah SIV yang berdivergensi (berevolusi) dan menyerang manusia akibat praktik pemburuan dan konsumsi monyet-monyet yang menderita SIV.

Pada awal serangan virus SIV pada manusia, sistem imun berhasil melawan dan menekan serangan virus SIV yang lemah ini. Namun dengan seiring berjalannya waktu, SIV kemudian bermutasi dan mengubah dirinya menjadi virus HIV yang sekarang dikenal dan banyak memakan korban jiwa.

virus hiv

Pohon filogeni virus HIV dan SIV

 

Ciri-ciri Virus HIV dan Strukturnya

Virus ini adalah anggota keluarga retrovirus, yakni virus yang umumnya bereplikasi dengan menggunakan reverse transcription dan menghasilkan untai DNA yang berkebalikan dengan arah RNA templatenya (retroversion) dengan memanfaatkan enzim-enzim yang disintesis dengan bantuan sel inangnya.

Struktur virus HIV

Struktur virus HIV

Virus HIV adalah virus dengan materi genetik RNA yang diselubungi kapsid protein dan lipid. Struktur virus HIV secara lengkap dijelaskan pada poin-poin berikut:

  • Berbentuk dasar bulat (spherical)
  • Berdiameter ± 120nm, ukuran ini lebih kecil dari sel darah manusia. Namun cenderung lebih besar dibandingkan virus lain
  • Materi berupa RNA berantai tunggal (single stranded, ssRNA) dengan panjang 10kbp (10 kilo pasang basa / base pair)
  • Kapsulnya terdiri dari 2000 protein p24 dan beberapa senyawa lipid seperti fosfolipid yang diperoleh saat sel inangnya lisis.
  • Memiliki selubung (envelope) yang disusun oleh molekul bilayer fosfolipid dan tonjolan glikoprotein
  • Memiliki berbagai gen penyandi enzim seperti reverse transcriptase, protease, ribonuklease dan integrase pada RNA-nya untuk membantu proses infeksi HIV pada sel inang dan inangnyalah yang akan menyintesis enzim dari gen-gen tersebut
Bacaan lanjutan  Nematode-Trapping Fungi yang Berperan di Dalam Infeksi Nematoda sebagai Agensia Hayati

Siklus Hidup, Patologi  dan Epidemologi Virus HIV

Siklus Hidup Virus HIV dalam Tubuh Manusia

Virus HIV merupakan virus yang melalui dua siklus yakni siklus litik dan lisogenik. Rangkuman siklus hidup virus HIV adalah sebagai berikut (Sumber: The HIV Life Cycle):

  1. Daur Hidup Virus HIV dalam Tubuh Manusia

    Virus HIV adalah virus yang melalui dua daur hidup yakni siklus litik dan lisogenik. Rangkuman daur hidup virus HIV adalah sebagai berikut (Sumber: The HIV Life Cycle):

    • Penempelan: Virus HIV menempelkan dirinya pada reseptor spesifik pada sel limfosit T/CD4
    • Fusi (Integration): Setelah melakukan penempelan, partikel virus melakukan fusi dengan membran sel CD4 dan partikel virus mulai masuk kedalam sel. Virus memproduksi enzim reverse transkriptase dan mengubah materi genetik virus tersebut dari RNA menjadi DNA
    • Replikasi: DNA yang dihasilkan diintegrasikan pada DNA sel inang dan ikut direplikasi saat sel inang memperbanyak DNA-nya sendiri
    • Perakitan (assembly): Pada keadaan tertentu, DNA virus akan aktif ditranskripsi dan ditranslasi menghasilkan protein dan enzim yang digunakan untuk merakit virus baru
    • Litik/budding: Setelah virus baru selesai dirakit, virus baru tersebut akan menekan membran sel dan mengeluarkan protease untuk melepaskan diri dan menyerang sel baru. Tahapan ini sering disebut tahapan budding karena nampak seperti sel yang bertunas saat diamati dengan mikroskop elektron.

 

Siklus hidup virus HIV

Siklus hidup virus HIV dalam sel limfosit T manusia (Sumber: https://aidsinfo.nih.gov/)

Tahapan dan Imunopatologi Serangan Virus HIV

Infeksi virus HIV harus melalui beberapa tahapan sebelum menimbulkan gejala AIDS. Gejala utama tahapan AIDS adalah menurunnya fungsi sistem imun tubuh manusia dengan drastis dan diikuti dengan serangan infeksi oportunistik dari berbagai mikroorganisme patogen dan mematikan serta tumor. Hal ini disebabkan oleh sel CD4-T dan monosit yang bertanggung jawab dalam mengenali dan mengatasi serangan patogen menurun jumlahnya.

Bacaan lanjutan  Nematode-Trapping Fungi yang Berperan di Dalam Infeksi Nematoda sebagai Agensia Hayati

Ciri Orang yang Terkena Infeksi Virus HIV/AIDS: Tahapan Serangan Virus HIV Hingga Gejala AIDS Muncul

Patologi Serangan Virus HIV

Ciri-ciri orang yang terkena infeksi virus HIV umumnya berbeda. Tidak ada gejala atau ciri khusus serangan HIV pada wanita maupun laki-laki. Namun, umumnya penderita infeksi virus HIV tahapan infeksi HIV yang telah dirumuskan oleh Centers for Disease Control (cdc.gov) pada tahun 1993 lalu.

  • Gejala Serokonversi HIV adalah Gejala yang timbul seminggu hingga enam minggu setelah infeksi. Gejalanya mirip dengan gejala flu yakni demam dan pilek.
  • Infeksi tanpa gejala (tahapan asimptomatik HIV): Setelah tahap serokonversi, jumlah dan aktivitas replikasi virus cenderung melambat. Pada tahap ini, jumlah sel darah putih terutama CD4 dan CD8 cenderung normal. Tahapan ini dapat berlangsung beberapa tahun tanpa menimbulkan gejala yang serius. Bahkan tanpa gejala sama sekali.
  • Persistent generalised lymphadenopathy (PGL) – Pembengkakan nodus limfatik tanpa alasan jelas. Tahapan ini dapat berlangsung selama satu hingga lebih dari tiga bulan.
  • Munculnya gejala infeksi oportunistik – Pada tahap ini, gejala menurunnya sistem imun tubuh penderita AIDS mulai muncul. Terutama akutnya infeksi oportunistik seperti flu dan diare yang sebelumnya mampu ditekan oleh sistem imun penderita. Tahapan ini sering disebut AIDS-related complex dan merupakan tahapan awal dari AIDS.
  • AIDS adalah tahapan yang terjadi saat sistem imun penderita mulai menurun drastis. Gejala utama adalah gejala infeksi patogen yang mematikan dan tumbuhnya jaringan tumor. Sel CD4-T menurun jumlahnya hingga dibawah 200 sel/mm3.

Bacaaan Lanjutan: Immunopathogenic Mechanisms of HIV Infection

 

Epidemologi Serangan HIV/AIDS di Dunia dan Indonesia

Kejadian Serangan HIV/AIDS di Dunia dan Indonesia

Distribusi Penyebaran HIV/AIDS

Perkembangan Penelitian dan Pengobatan HIV

 

Incoming search terms:

  • Karakteristik virus HIV
  • karakteristik dari virus HIV
  • sifat virus hiv
  • ciri dan karakter virus hiv
  • ciri ciri virus HIV
  • morfologi virus hiv
  • struktur virus HIV
  • morfologi hiv
  • karakteristik hiv
  • karakter virus hiv
author
Author: 
Laila Karomah yang lebih sering berpetualang di dunia maya sebagai evilgenius, merupakan mahasiswi Mikrobiologi Institut Pertanian Bogor. Bidang yang digemari oleh pegiat IT otodidak ini adalah mikrobiologi kesehatan, mikrobiologi lingkungan, bioteknologi mikrob, dan enzimologi.
  1. Enzim Ini Dapat Mengusir DNA Virus HIV Dari Sel! - Master Mikrobiologi1 year ago

    […] Untuk artikel Ciri-ciri dan Patologi Virus HIV, Silahkan baca: Virus HIV – Ciri-ciri Virus HIV, Patologi dan Epidemi HIV/AIDS […]

    Reply

Leave a reply "Ciri-ciri Virus HIV, Gejala Serangan AIDS dan Pengobatannya"