Sejarah dan Perkembangan Metode Klasifikasi Bakteri – Resume Bacterial Systematic

Sejarah dan Latar Belakang Klasifikasi Bakteri

Mengapa Bakteri Harus Diklasifikasi?

Mari Kita berpikir sejenak,
Jika Kita memiliki sejumlah buku dan komik dalam sebuah kardus, kemudian kita diminta untuk menatanya pada etalase toko loak, saat menjual buku-buku tersebut,
Bagaimana Anda menyusun buku dan komik tadi?
Okay, let’s say, pada buku, Anda akan mulai mengelompokkannya berdasarkan isi buku tersebut. Katakan saja, buku fiksi dan non-fiksi. Barulah Anda meletakkannya pada etalase buku sesuai kelompok-kelompok buku tersebut pada etalase terkait yang telah disediakan toko.
Selanjutnya untuk komik, Anda akan mulai mengelompokkan komik tersebut berdasarkan negara asal komik tersebut diterbitkan. Entah komik amerika yang dirajai Marvel atau DC comics, Manga, komik Jepang atau komik terbitan lokal. Barulah Anda menyusunnya dalam lemari komik yang telah ada dalam toko loak tersebut.
Nah, sebenarnya apa tujuan Anda mengelompokkan buku dan komik tersebut?
Simpel saja, supaya rapih dan memudahkan calon pembeli menemukan jenis buku yang mereka inginkan.
Dan bagaimana metode Anda mengelompokkan buku tersebut?
Sudah jelas bukan? Anda mengelompokkan buku tersebut berdasarkan pengetahuan Anda akan jenis buku (baik buku biasa dan komik), genre buku (fiksi dan non-fiksi), ukuran buku serta negara penerbit buku atau komik tersebut.
Kurang lebih begitulah tujuan dan metode mengklasifikasikan bakteri.
Dengan jumlahnya yang mencapai 35.5×1029  [ReadMore: Bacterial Number on Earth] , Anda harus mengelompokkan bakteri-bakteri tersebut dalam kelompok yang tepat, dengan pengetahuan yang kita miliki akan sifat atau karakter spesifik pada makhluk tanpa membran inti tersebut, 
 
tak lain adalah agar Kita mudah mengeksplorasi, mengetahui peranan atau dampak yang ditimbulkan dan melestarikan keanekaragaman mikrobiota dalam suatu daerah.
 

Perkembangan Metode Klasifikasi Bakteri

Klasifikasi bakteri telah berkembang sama tuanya dengan klasifikasi makhluk hidup lainnya. Dimulai dengan usaha Otto Muller pada tahun 1773-1774 untuk mengelompokka Animaculus, nama awal mikroorganisme yang pertama diamati oleh  Antonie van Leeuwenhoek,
 
Potret A. van Leewenhoek (oleh Jan Verkolje)
 
 
Muller mengembangkan metode sistematik Animalculus berdasarkan susunan sel, meski belum mampu mengelompokkan mana Animalculus yang termasuk bakteri dan mana yang dikelompokkan sebagai protozoa.
 
Namun, dua genera yang Muller publikasikan pada jurnal terakhirnya, Vibrio dan Monas, yang ia susun berdasarkan karakter sel yang memanjang dan hanya nampak sebagai titik, terus digunakan hingga saat ini.
 
Klasifikasi bakteri, selanjutnya berkembang pesat. Banyak waktu yang dibutuhkan untuk memaparkannya, 
 
Jadi Anda langsung saja baca timeline berikut untuk menyingkat waktu:
  • Tahun 1676, van Leewenhoek mengamati mikroorganisme
  • 1773-1774 awal mula klasifikasi mikroorganisme oleh Otto Muller
  • 1838 Christian Ehrenberg mengembangkan studi Muller, dengan menambah satu karakter baru yakni bakteri heliks dan menerapkan aturan binomial nomenclature pada penamaan bakteri
  • Pada tahun 1870an Ferdinand Cohn menemukan lebih banyak ragam bakteri dan menyadari bahwa bakteri memiliki karakter yang berbeda dengan fungi serta mengelompokkan bakteri pada enam genera yang berbeda

Penggunaan Kultur Murni dan Peranannya Dalam Perkembangan Klasifikasi Bakteri

Penggunaan kultur murni pada studi mikrobiologi awalnya digunakan oleh rekan kerja Cohn, Joseph Schroeter yang mengisolasi Chromobacteria pada makanan, dilanjutkan oleh  Joseph Lister pada tahun1878 yang mengisolasi kultur murni bakteri yang menyebabkan susu menjadi asam.
Namun, penggunaan kultur murni dalam dunia mikrobiologi yang terkenal adalah oleh Robert Koch yang memurnikan bakteri patogen dan melahirkan postulat Koch yang terkenal itu.
Hal yang paling penting untuk Anda ketahui dari isolasi kultur murni ini adalah fakta bahwa ternyata masih banyak bakteri yang belum dipelajari dan diklasifikasikan pada saat itu.
Penggunaan kultur murni juga berperan penting dalam pengembangan uji penapisan bakteri/mikroorganisme dengan menambahkan senyawa penapis seperti penambahan metil-red pada media untuk mengetahui bakteri mana yang mampu menghidrolisis urea atau pembentukan asam kopiat dari glukosa.
Mengapa perlu ditambahkan zat-zat indikator seperti itu?
Nah, ternyata alasannya begini,
Ternyata setelah Mikrobiologi berkembang dan teknik kultur murni banyak digunakan, tumbuhlah kontaminasi bakteri yang belum dikenal sebelumnya dan mulai mengganggu pengamatan.
Fenomena ini disadari pertama kali oleh Perkins pada tahun 1928 dan mulailah uji-uji penapisan berdasarkan karakter biokimia dan fisiologi dikembangkan, disamping penggunaan karakter morfologi sel dan koloni yang digunakan pada abad 17 hingga 18.

Penerbitan Buku Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology

Buku ini, bisa dibilang sebagai kitabnya klasifikasi bakteri. Semua yang bekerja dibidang bakteriologi setidaknya pernah membaca buku ini. Buku ini memiliki metode-metode yang terperinci tentang bagaimana kita mengidentifikasi serta meng

Bacaan lanjutan  Bakteri Ini Dinamai Karakter Penting di Star Wars

Tapi pada terbitan awal, tepatnya pada tahun 1923, akurasi dan kelompok bakteri yang dapat diindentifikasi serta diklasifikasikan pada versi pertama ini masih sangat terbatas.

Karena hanya didasarkan pada pengamatan langsung pada lima kelompok bakteri yang telah diketahui sebelumnya. BMoDB ini dapat memberikan hasil yang baik apabila taksa bakteri telah diketahui, setidaknya hingga level genus.

Versi terbitan terbaru dari Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology telah memadukan karakter fetotip (morfologi, fisiologi, dan biokimia sel) dan genotip serta telah mennambahkan ratusan kelompok bakteri baru untuk membantu proses klasifikasi dan identifikasi.

 

Incoming search terms:

  • apa yang anda ketahui tentang perkembangan bakteri
  • cara klasifikasi bakteri
  • dasar klasifikasi bakteri menurut bergeys manual of determinative bacteriology
  • Sejarah perkembangan bakteri
author
Author: 
Laila Karomah yang lebih sering berpetualang di dunia maya sebagai evilgenius, merupakan mahasiswi Mikrobiologi Institut Pertanian Bogor. Bidang yang digemari oleh pegiat IT otodidak ini adalah mikrobiologi kesehatan, mikrobiologi lingkungan, bioteknologi mikrob, dan enzimologi.

Leave a reply "Sejarah dan Perkembangan Metode Klasifikasi Bakteri – Resume Bacterial Systematic"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.