Biodiversitas dan Peranan Jamur Zygomycota di Indonesia

Pengenalan Dasar Cendawan (Jamur) Zygomycota

Evolusi Kingdom Fungi dan Keragamannya

Berdasarkan morfologi dan cara cendawan atau jamur bereproduksi, terdapat empat fillum , selain zygomycota yakni:

  • Chytridiomycota
  • Zygomycota
  • Ascomycota
  • Basidiomycota
Filum Chytridiomycota diduga sebagai awal dari evolusi kingdom fungi. Chytridiomycota sendiri adalah fungi paling primitif yang memiliki ciri utama yang terkait dengan evolusi sebagai berikut:

  1. Termasuk ophisticont, makhluk hidup berflagela, hingga diduga memiliki kedekatan dengan hewan (kingdom animalia), yang sama-sama memiliki ancestor ophisticont
  2. Termasuk fungi akuatik, dan perairan diduga sebagai tempat berawalnya kehidupan di bumi
  3. Memiliki kitin sebagai perlindungan mekanis (dinding sel, pada kingdom animalia terdapat kelompok yang juga menggunakan kitin yakni serangga)
  4. Menyimpan cadangan energi dalam bentuk glikogen
Beberapa juta tahun lalu, diduga cendawan dari Chytridiomycota mengalami terestrialisasi dan menurunkan empat filum cendawan lain yakni Zygomycota, Basidiomycota dan Ascomycota. Ketiga fungi tersebut adalah cendawan terestrial.
 
Berdasarkan pemaparan diatas, pohon evolusi kingdom fungi tradisional adalah sebagai berikut:
 
Pohon filogeni tradisional jamur atau cendawan. Diduga, jamur memiliki tetua yang sama dengan animalia karena pada salah satu siklus kehidupannya memiliki sel berflagelata. (Sumber: Y. Degawa)

Mengenal Fillum Jamur Zygomycota

Jamur atau cendawan zygomycota adalah cendawan yang memiliki ciri sebagai berikut:

  • Dinding sel jamur zygomycota tersusun atas kitin dan glukan, seperti pada anggota kingdom fungi lainnya
  • Struktur hifa jamur zygomycota tidak memiliki sekat, disebut coenocytic, senositik
  • Reproduksi jamur zygomycota (cendawan zygomycota) terdiri dari dua tahap atau daur kehidupan yakni aseksual dan seksual/generatif (Gambar 2)
  • Daur reproduksi aseksual (haploid) jamur zygomycota lebih dominan dibanding fase generatif/seksual yang diploid
Zygomycota memiliki empat sub-fillum yang dikelompokkan berdasarkan kekerabatan yang dianalisis menggunakan sekuensing gen pengkode 16S ssr RNA dan persamaan morfologi atau cara hidup masing-masing spesies anggotanya.
 
Pengelompokan berdasarkan sistematika mikrob modern yang dianalisis menggunakan metode molekuler ini mengakibatkan Zygomycota dihapus digantikan oleh keempat sub-fillum tersebut. [Baca: A higher-level phylogenetic classification of the Fungi]
 
Keempat sub-fillum tersebut antara lain
  1. Mocoromycotina: Sub-fillum paling terkenal dan beragam dari Zygomycota. Terdiri dari tiga ordo (Mucorales, Mortierellales, Endogonales)
  2. Zoopagomycotina: Sub-fillum yang dikenal sebagai jamur parasit dan ‘pemakan hewan’. Terdiri dari satu ordo yakni Zoopagales
  3. Entomorphthoromycotina: Sub-filum ini umumnya bersifat parasit pada serangga. Terdiri dari satu ordo yakni ordo Entomophthorales.
  4. Kickxellomycotina: Jamur Zygomycota yang memiliki spora unik berbentuk piringan (disk). Sub-filum ini terdiri dari empat ordo: Kickxellales, Dimargaritales, Harpellales, Asellariales

Reproduksi Jamur/Cendawan Zygomycota: Daur Hidup Jamur/Cendawan Zygomycota

Seperti yang telah disebutkan pada poin ciri-ciri cendawan zygomycota, terdapat dua jenis reproduksi pada jamur zygomycota ini. Dua jenis jalur reproduksi tersebut adalah aseksual dan seksual.

Gambar 2. Siklus reproduksi jamur zygomycota: Rhizopus stolonifer (Sumber: http://bioweb.uwlax.edu/)
Bacaan lanjutan  Kajian Filogeni Dan Morfologi Dua Spesies Baru Anthracoidea Caricis-Meadii Dan Anthracoidea Pamiroalaica
Pada proses kariogami disiklus seksual, dua hifa yang saling berkompatibel berfusi dan menyatukan dua nukleus haploid beserta sitoplasmanya (proses kariogami dan plasmogami) untuk membentuk zigot yang memiliki satu inti diploid. Selanjutnya, dinding sel hifa yang menyokong nukleus diploid tersebut menebal membentuk zygospore.

Pembentukan zoospora pada zygomycetes: daur hidup reproduktif seksual jamur zygomycetes





Proses pengenalan dua hifa yang saling kompatibel tersebut dibantu oleh senyawa kimia bernama asam ferisporat, senyawa yang disebut sebagai feromon-nya proses reproduksi seksual pada fungi, khususnya jamur zygomycota.

Cara Hidup Jamur Zygomycota

Selain sebagai saprofit, spesies dari filum Zygomycota memiliki dua cara hidup lain yakni berasosiasi dengan tumbuhan, algae, dan fungi lain serta berasosiasi dengan protozoa, avertebrata dan vertebrata.
Contoh yang berasosiasi dengan tumbuhan adalah Zygomycetes dari Endogenales termasuk Mikoriza dan ordo Mucorales yang umumnya parasitik pada tumbuhan.
Sedangkan yang berasosiasi dengan organisme tanpa dinding sel (protozoa, hewan) adalah Entomophthorales (parasit serangga) dan Zoopagales yang memakan/parasit pada protista.
Contoh jamur zygomycota pemakan protozoa: Zoophagus tentaclum

Peranan Jamur Zygomycota Berdasarkan Cara Hidupnya

Zygomycota seperti cendawan lainnya memiliki peranan sebagai saprofit yang mendekomposisi sisa-sisa makhluk hidup lain. Contohnya dalah Mucor dan Rhizopus stolonifer
 
Fungi Zygomycetes yang berasosiasi dengan akar tumbuhan, mikoriza dari ordo Endogonales berperan sebagai pelindung tumbuhan dari serangan patogen, memperluas permukaan dan kemampuan penyerapan akar bahkan ada beberapa spesies yang mampu menghasilkan zat pengatur pertumbuhan untuk membantu inangnya tumbuh berkembang. mikrobiologi
Mikoriza Arbuskular dari genus Glomus yang hidup sebagai simbion mutualistik pada akar tumbuhan (sumber: http://mycor.nancy.inra.fr/)
Sedangkan beberapa jamur Zygomycota yang hidup berasosiasi dengan hewan, ada yang bersifat parasit, seperti pada beberapa jenis dari ordo Entomophthorales, termasuk Entomophthora muscae jamur Zygomycota yang bersifat patogenik pada lalat dan berperan sebagai agen biokontrol lalat yang sering menyebarkan penyakit.
E. muscae yang menyerang lalat dapat berperan sebagai agen biokontrol
Bacaan lanjutan  Wah! Mycobacterium Ternyata Bisa Membuat Cerdas!

Keanekaragaman dan Contoh Jamur Zygomycetes di Indonesia

Dari berbagai jenis fungi yang terdapat di Indonesia, kelompok Mucoromycotina adalah sub-filum yang banyak mendapat perhatian. Penelitian yang dilakukan oleh Boedijn pada tahun 1958 menemukan bahwa terdapat sekitar 8 famili, 22 genus, 54 spesies Mucoromycotina khas di Indonesia.
Jenis yang paling terkenal dan mendapat perhatian ilmuwan dunia adalah kapang tempeh, Rhizopus oligosporus. R.oligosporus sendiri diduga sebagai salah satu endofit pada daun waru (Hibiscus tiliacelous), yang digunakan oleh masyarakat untuk membuat tempe secara tradisional.
Tempe, makanan khas Indonesia yang mendunia terbuat dari kedelai rebus yang difermentasi menggunakan ragi. Pada ragi tempe, R. oligosporus adalah kapang Zygomycetes yang mendominasi dan memberikan struktur kompak dan aroma khas tempeh (Sumber gambar:http://digimuse.nmns.edu.tw)
Pernyataan ini didukung oleh penelitian Ogawa et al. (2004) yang menemukan bahwa genus endofit paling dominan pada Waru adalah Rhizopus.
Penemuan Ogawa menunjukkan bahwa endofit dominan pada daun Waru (Hibiscus) adalah Rhizopus

Disclaimer

Artikel ini disusun berdasarkan tugas dari Prof. Antonius Suwanto untuk meresume presentasi Prof. Yousuke Degawa pada kuliah umum mata kuliah Sistematika Mikrob Prodi Mikrobiologi, Departemen Biologi, Sekolah Pascasarjana IPB.

Pamer tugas :v
Materi Presentasi “Natural History and Biodiversity of Zygomycota” yang disampaikan oleh Degawa-sensei dapat Anda download disini [ Natural History and Biodiversity of Zygomycota]

 

Incoming search terms:

  • peranan zygomycota
  • peranan jamur zygomycota
  • peran zygomycota
  • contoh jamur zygomycota dan peranannya
  • contoh dan peranan zygomycota
  • https://mikrobio net/sistematika-cendawan/sistematika-zygomycota html
  • peran jamur zygomycota
  • peranan zygomycotina
  • contoh peranan zygomycotina
  • perani zygomicota
author
Author: 
Laila Karomah yang lebih sering berpetualang di dunia maya sebagai evilgenius, merupakan mahasiswi Mikrobiologi Institut Pertanian Bogor. Bidang yang digemari oleh pegiat IT otodidak ini adalah mikrobiologi kesehatan, mikrobiologi lingkungan, bioteknologi mikrob, dan enzimologi.
  1. Mikrob Patogen Pada Komodo - Master Mikrobiologi2 years ago

    […] dan berevolusi.   Organisme yang termasuk ke dalam golongan mikrob adalah bakteri, archaea, fungi (kapang dan khamir), protozoa, alga mikroskopik, dan virus. Virus, bakteri, dan archaea termasuk ke […]

    Reply
  2. Sejarah Identifikasi dan Klasifikasi Molekuler Berbasis Sekuensing rDNA - Master Mikrobiologi2 years ago

    […] kekerabatan yang cukup dekat dengan jamur. Bahkan, bila Anda membaca artikel Kami sebelumnya, Sistematika Zygomycota, Penelitian berbasis molekuler menemukan bahwa Kingdom Animalia (panda) dan Kingdom Fungi (jamur […]

    Reply
  3. Alasan Mengapa Kita Harus Mempelajari Mikologi - Pendahuluan Kuliah Fisiologi Cendawan - Master Mikrobiologi2 years ago

    […] dengan tumbuhan, meski pada awalnya organisme ini dianggap sebagai tumbuhan. [Baca ulasannya di: Biodiversitas dan Peranan Jamur Zygomycota di Indonesia] Cendawan sendiri tidak berklorofil, hingga hidup sebagai obligat heterotrof yang hidup dari […]

    Reply
  4. author

    noviana4 months ago

    Gambar peta konsep/skema bergiliran keturunan dari jamur zygomycota, ascomycota, dan basidiomycota

    Reply

Leave a reply "Biodiversitas dan Peranan Jamur Zygomycota di Indonesia"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.