Pengobatan Kanker Terbaru Dengan Bakteri Clostrudium novyi NT

Mengenal Clostrudium novyi : Patologi dan Analisis Filogenetik

Jika Anda mendengar atau membaca informasi tentang bakteri Clostrudium, pasti yang pertama terbayang dalam pasti bakteri jahat penyebab keracunan makanan.

Anda benar, C. novyi  merupakan salah satu dari bakteri patogen yang cukup berbahaya. Tapi saat ini Tinggalkan sebentar paradigma tersebut,

Karena bakteri tersebut tak lama lagi akan menjadi super hero yang menyelamatkan beribu jiwa seperti halnya herbal medicine yang sedang menjamur dimasyarakat!

Jadi begini, Dalam artikel ini Anda akan berkenalan dengan Clostrudium novyi-NT, sebuah bakteri patogen yang mengalami modifikasi genetik dan terbukti secara observatif mampu membunuh kanker!


C. novyi   merupakan bakteri Gram positif yang bersifat obligat anaerob (tidak mampu hidup pada lingkungan yang mengandung oksigen, bahkan meski jumlahnya sedikit), mampu menghasilkan spora dan dapat ditemukan dalam tanah atau pada kasus tertentu di feses manusia.

C. novyi  sendiri merupakan yang menyebabkan kerusakan jaringan (ganggren) jika menginfeksi luka serta menyebabkan lesi berwarna hitam hingga disebut sebagai black desease. C. novyi yang bersifat anaerob juga menyebabkan oedematous duodenum yakni kerusakan jaringan yang menyebabkan penumpukan cairan (edema) pada usus kecil.

Secara filogenetik (sistem pengelompokan makhluk hidup berdasarkan kekerabatan) yang dilakukan oleh Collins dkk (1994), C. novyi  termasuk anggota Cluster I dari genus Clostrudium. Analisis pemetaan dan komparasi kesamaan gen penyusun DNA 16s ribosom sub-unit kecil menunjukkan C. novyi memiliki kekerabatan dengan Clostridium homopropionicum dan Clostridium botulinum  tipe C dan D dengan kecocokan gen penyusun 16s rRNA sebesar 95%.

Analisis filogenetik lanjutan terhadap C. novyi dilakukan oleh Sasaki dkk pada tahun 2001 lalu yang menunjukkan bahwa C. novyi , yang memiliki tiga tipe yakni C. novyi  A dan B yang patogen dan mampu menyebabkan penyakit pada hewan, tipe C yang non-patogenik serta tipe D yang sebenarnya adalah C. hemoliticum.

Gambar 1. Analisis filogenetik yang dilakukan oleh Lawson menunjukkan bahwa C. novyi memeiliki kekerabatan dengan beberapa anggota genus Clostridium yang memiliki sifat patogen seperti C. botulinum tipe C dan D serta C. tetani


Analisis yang dilakukan oleh Sasaki tersebut menunjukkan bahwa C. novyi   A dan B memiliki kekerabatan lebih dekat dengan C. botulinum C dan D (Selaras dengan  penelitian Lawson). Sedangkan C. novyi  B dan D (C. haemoliticum) ternyata memiliki kesamaan gen penyusun 16s rRNA sebesar 99%, yang menunjukkan bahwa dua tipe tersebut ternyata identik, hal ini menunjukkan bahwa C. novyi  tipe B dan C serta C. haemoliticum  adalah satu spesies independen yang memiliki satu nenek moyang yang sama.

Bacaan lanjutan  Ibu Stress Akibatkan Profil Mikrobiota Bayi Berubah

Meski memiliki sifat patogen dan berkerabat dengan bakteri patogen yang cukup berbahaya, ilmuwan dari Johns Hopkins Medical School mampu menguak potensi super hero dari bakteri ini. Dengan sedikit modifikasi tentunya!

From Foe To Anti-cancer Super Hero: Mengkaji Potensi C.novyi Sebagai Agen Terapi Tumor dan Kanker 

Ada tiga karakter dari C. novyi yang menarik ilmuwan onkologi. Dua karakter itu adalah sifat C. novyi yang termasuk bakteri obligat anaerob, mampu membentuk spora dan yang paling penting, kemampuan bakteri ini menyebabkan kerusakan jaringan.
Lalu, apa implikasinya dengan terapi kanker?

Ternyata  dari tiga karakteristik diatas, ilmuwan menemukan inspirasi, yakni sebuah mekanisme terapi kanker dengan menginjeksikan spora C.novyi pada jaringan kanker atau tumor tersebut,

Alasannya, karena pada umumnya jaringan kanker adalah jaringan yang anoksik yakni jaringan yang sedikit mengandung oksigen, dibanding jaringan normal, karena susunan pembuluh darah yang tidak beraturan menyebabkan sirkulasi darah  tidak lancar pada area tumor atau kanker tersebut, maka C.novyi akan aktif dan menyerang jaringan kanker yang ditargetkan.

Tapi jangan takut terinfeksi,  C. novyi  tidak akan menimbulkan kerusakan pada jaringan normal yang lebih kaya oksigen, karena spora C.novyi tidak mampu hidup pada lingkungan yang memiliki oksigen (jaringan normal).

Gambar 2. Mekanisme penyerangan tumor oleh C. novyi. 

Konsep diatas kemudian diwujudkan oleh Dang et al., pada tahun 2001 lalu,  Dang dan rekan-rekan dari The Johns Hopkins School of Medicine “membuang” berhasil melakukan rekayasa genetis dengan membuang dua gen yang bertanggung jawab terhadap patogenitas C.novyi  (Gambar 3).
Selanjutnya mereka menguji efektifitas anti-kanker C. novyi-NT pada tikus yang terserang sel tumor.

Gambar 3. Pendeteksi gen dengan metode PCR  menunjukkan bahwa Dang et al. (2001) berhasil membuang dua gen yang bertanggung jawab terhadap produksi racun mematikan dari C. novyi.

Hasil dari uji tersebut menunjukkan bahwa bakteri tersebut menyebabkan nekrosis (kerusakan sel pada jaringan) tumor tanpa menyebabkan efek samping atau kerusakan pada jaringan normal tikus tersebut.

Bacaan lanjutan  Bakteri Ini Tak Mau Kalah Canggih Dengan Kinerja Otak

Menghasilkan jenis bakteri baru yakni C. novyi-NT yang tidak memiliki sifat patogen.
Penelitian tersebut kemudian menarik berapa ilmuwan lain diantaranya adalah Verena Staedtke, M.D.,
Ph.D., dari Johns Hopkins neuro-oncology fellow, Staedtke mencoba menyuntikkan spora C. novyi-NT pada tikus yang telah diimplantasi sejenis tumor otak, glioma.

Hasilnya seperti ini,

Dari pengamatan mikroskopis pada jaringan kanker dalam kurun waktu yang ditentukan menunjukkan bahwa spora C. novyi-NT mampu tumbuh dan membunuh tumor glioma pada otak tikus tersebut (gambar 4).

Gambar 4. Pertumbuhan C. novyi-NT (ditunjukkan anak panah) pada sel tumor glioblastoma otak tikus uji. Sel-sel tumor tampak mengalami nekrosis.

Ternyata kekuatan super bakteri C. novyi-NT tidak hanya mampu merusak sel tumor,
Pengukuran daya tahan tubuh juga menunjukkan mampu meningkatkan daya recovery tubuh tikus terinjeksi C. novyi-NT pada kanker selama 33 hari, dibandingkan tikus non-treatment yang hanya mampu bertahan hidup selama 18 hari. 30% dari jumlah tikus tersebut juga dilaporkan sembuh total.

Tidak cukup sampai disitu,

Gambar 4. Tidak hanya membunuh sel tumor, C.novyi-NT juga meningkatkan kemampuan sistem imun tikus hingga mampu mengenali dan mencegah sel tumor baru yang diinjeksikan (sel tumor CT26) untuk tumbuh dan berkembang (b) sedangkan gambar 4.a menunjukkan sel tumor CT26 dapat tumbuh dan berkembang pada tikus yang disembuhkan melalui prosedur operasi

C. novyi-NT juga ditemukan mampu memicu sistem imun tikus yang telah sembuh untuk mengenali sel tumor atau kanker baru dan menghancurkan sel-sel malignan tersebut, hingga sel-sel tumor yang disuntikkan pada pasca treatment tidak memiliki waktu untuk tumbuh dan berkembang.

Setelah berhasil “menyembuhkan” tumor pada tikus, para peneliti melanjutkan penelitiannya pada anjing.

Pemilihan anjing sebagai hewan uji sendiri karena anjing memiliki kedekatan sistem fisiologis  dan genetik dengan manusia, hingga anjing akan menjadi model yang pas untuk menunjukkan respon sistem fisiologis manusia jika diberi perlakuan yang sama.

Hasil penelitian Krick dkk (2012) pada anjing dengan tumor yang tumbuh secara alami menunjukkan bahwa spora C. novyi-NT dapat berkecambah pada jaringan tumor anjing tersebut. Sel-sel tumor dirusak oleh C. novyi-NT. Terindikasi adanya respon keracunan akibat injeksi tersebut, namun masih dalam tahap yang dapat diobati.

Gambar 5. Hasil pengecatan gram pada jaringan tumor yang tumbuh secara alamiah dalam jaringan anjing model menunjukkan pertumbuhan  C. novyi-NT (sel berbentuk batang yang nampak gelap pada gambar) serta nekrosis jaringan tumor (rongga kosong yang melingkupi sel C. novyi-NT)

Bacaan lanjutan  Virus Tumbuhan Ini Bisa Bantu Obati Kanker

John Hopkins Medical School, sebagai lembaga pendidikan dan riset yang memimpin penelitian terapi kanker dan tumor dengan memanfaatkan C. novyi telah mencapai tahap I percobaan klinis dari FDA, Badan pengawas makanan dan obat-obatan Amerika Serikat. Para peneliti dari JH Medical School juga mengharapkan C. novyi-NT  dapat menjadi super hero yang menyembuhkan kanker serta tumor secara efektif dimasa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Collins, M. D., P. A. Lawson, A. Willems, J. J. Cordoba, J. Fernandez-Garayzabal, P. Garcia, J. Cai, H. Hippe, and J. A. E. Farrow. 1994. The phylogeny of the genus Clostridium: proposal of five new genera and eleven new species combinations. Int. J. of Sys. Bacteriol. Vol:44(4) pp: 812-826.

Dang, Long H., Chetan Bettegowda, David L. Huso, Kenneth W. Kinzler, and Bert Vogelstein. 2001. Combination bacteriolytic therapy for the treatment of experimental tumors. Proceedings of the National Academy of Sciences 98, no. 26 (2001): 15155-15160.

Krick, Erika L., Karin U. Sorenmo, Shelley C. Rankin, Ian Cheong, Barry Kobrin, Katherine Thornton, Kenneth W. Kinzler, Bert Vogelstein, Shibin Zhou, and Luis A. Diaz Jr. 2012. Evaluation of Clostridium novyi¬タモNT spores in dogs with naturally occurring tumors. Amr. J. of vet. Res Vol: 73(1) pp: 112-118.

Roberts, N. J., Zhang, L., Janku, F., Collins, A., Bai, R. Y., Staedtke, V dan Zhou, S. 2014. Intratumoral injection of Clostridium novyi-NT spores induces antitumor responses. Science translational medicine, Vol:6(249), 249ra111-249ra111.

Sasaki, Y.,  N. Takikawa,  A. Kojima,  M. Norimatsu,  S. Suzuki, Y. Tamura. 2001. Phylogenetic positions of Clostridium novyi and Clostridium haemolyticum based on 16S rDNA sequences. Int. J. Syst. Evol. Microbiol. Vol: 51 pp: 901-904 doi: 10.1099/00207713-51-3-901

Stackebrandt, E., I. Kramer, J. Swiderski, and H. Hippe. 1999. Phylogenetic basis for a taxonomic dissection of the genus Clostridium.” FEMS Immunology & Medical Microbiology Vol:24(3) pp: 253-258.

Wasta, V. 2014. Injected Bacteria Shrink Tumors in Rats, Dogs and Humans. Available online at http://goo.gl/uaoh1U. Retrieved at October 1, 2015.

herbal medicine unej

Incoming search terms:

  • jurnal kanker yang disebabkan oleh mikroba
author
Author: 
Laila Karomah yang lebih sering berpetualang di dunia maya sebagai evilgenius, merupakan mahasiswi Mikrobiologi Institut Pertanian Bogor. Bidang yang digemari oleh pegiat IT otodidak ini adalah mikrobiologi kesehatan, mikrobiologi lingkungan, bioteknologi mikrob, dan enzimologi.
  1. Enzim Ini Dapat Mengusir DNA Virus HIV Dari Sel! - Master Mikrobiologi2 years ago

    […] Bacaan Terkait : Mengobati Kanker dengan Bakteri […]

    Reply
  2. Bakteri Penghasil Emas Ini Bisa Membuatmu Kaya Raya! - Master Mikrobiologi2 years ago

    […] diantara ribuan jenis itu, banyak bakteri yang menguntungkan bagi manusia, seperti bakteri Clostrudium novyi NT yang digunakan sebagai agen antikanker, bakteri yang bisa membuat pintar bahkan diharapkan mampu menghasilkan energi listrik dimasa […]

    Reply

Leave a reply "Pengobatan Kanker Terbaru Dengan Bakteri Clostrudium novyi NT"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.