Mendaur Ulang Baterai Bekas dengan Cendawan

No comment 2143 views

Jenis baterai rechargeable (baterai isi ulang) yang digunakan sebagai sumber energy utama smartphone, mobile phone, tablet, dan laptop Anda memang dapat diisi ulang beberapa kali hingga waktu tertentu. Setelah daya simpan baterai tersebut habis, Anda pasti membuang limbah baterai bekas tersebut, ‘kan?

Okay lah, selama Anda membuangnya pada pembuangan sampah terpadu yang memiliki fasilitas sanitary landfill atau pembakar inserator, limbah baterai bekas tersebut mungkin tertahan dampak buruknya.

Cerita lain akan lebih ‘mengerikan’ jika Anda membuangnya sembarangan, limbah baterai yang sangat berbahaya karena mengandung logam berat seperti kobalt dan lithium ini akan mencemari lingkungan dan mengancam kesehatan!

Nah, dalam artikel ini, Anda akan mempelajari penemuan dari AS yang memanfaatkan kapang bioremediator yang dapat mengatasi masalah cemaran limbah baterai yang berbahaya ini!

Industri Elektronik Berpotensi Menghabiskan Cadangan Lithium di Alam untuk Bahan Pembuatan Baterai

Diliput dari konverensi nasional peneliti yang tergabung dalam American Chemical Society (ACS) ke-252, tim yang dipimpin oleh Jeffrey A. Cunningham melaporkan aktivitas cendawan penyerap logam berat yang dapat menanggulangi masalah limbah baterai bekas yang berbahaya, sekaligus mendaur ulang logam lithium dari baterai bekas tersebut untuk digunakan sebagai bahan baku baterai baru.

“Ide ini datang dari seorang mahasiswa yang dapat mengekstak logam dari limbah dan penggunaan baterai lithium yang berpotensi menghabiskan cadangan lithium alam dan cadangan lithium tersebut termasuk sumber daya alam yang tidak terbaharukan” Papar Cunningham.

Dari dua sudut pandang tersebut, timbullah ide untuk mendaur ulang limbah baterai untuk menghasilkan bahan baku baterai segar dan mencegah pencemaran lingkungan.

Nah, ternyata masalah baru muncul disini. proses daur ulang secara kimiawi memiliki kelemahan.

Bacaan lanjutan  Anda Diet dan Tetap Gemuk? Salahkan Bakteri Saluran Pencernaan Anda!

Kelemahan pertama adalah dibutuhkannya suhu tinggi dan bahan kimia untuk memisahkan lithium, kobalt, dan logam lain dari sebuah baterai bekas.

Suhu tinggi dan bahan kimia tersebut, bahkan menambah satu masalah lingkungan baru. Masalah kedua adalah biaya operasional yang membengkak.

Oleh karena itu, tim yang dipimpin oleh Cunningham mengembangkan metode daur ulang limbah baterai dengan memanfaatkan kapang yang ramah lingkungan.

Metodenya sangat simple, sesimpel Anda membuat tempe, Cunningham menumbuhkan kapang tertentu pada medium pertumbuhan cendawan yang sudah ditambah limbah baterai!

Untuk mengoptimasi dan memilih kapang yang paling cocok untuk mendaur ulang bahan kimia dalam baterai bekas, Cunningham dan koleganya, Valerie Harwood menggunakan tiga jenis kapang yakni Aspergillus nigerPenicillium simplicissimum dan Penicillium chrysogenum.

“Strain kapang ini Kami pilih karena banyak ditemukan pada tambang logam dan limbah beracun, hingga dapat dipastikan ketiganya memiliki mekanisme tertentu untuk menetralkan logam berat yang beracun” Jelas Cunningham. “Harapan Kami adalah cendawan-cendawan ini dapat menetralkan logam berat dari limbah baterai, dan Kita dapat mengekstrak logam-logam seperti lithium dan kobalt dalam filament cendawan tersebut (untuk digunakan kembali).” Tambah Cunningham.

Bagaimana Cara sang Cendawan Mendaur Ulang Logam Berat dari Limbah Baterai Bekas?

Seperti pada mekanisme bakteri penghasil emas, ketiga cendawan yang digunakan oleh Cunningham dkk mengikat ion logam berat terlarut dan menyimpannya dalam hifa cendawan, sebagai mekanisme menetralkan bahaya logam berat dari lingkungan hidupnya.

Aspergillus niger (atas, kiri), Penicillium simplicissimum (atas kanan) and Penicillium chrysogenum (bawah), tiga cendawan yang dapat mendaur ulang logam berat, kobalt dan litium, dari limbah baterai bekas (sumber: eurekaalert)

 

Cunningham dkk menumbuhkan ketiga kapang tersebut pada media yang mengandung isi (katoda) baterai bekas. “Kapang-kapang dapat menghasilkan asam organic yang mampu mengikat logam berat terlarut dari limbah baterai bekas tersebut” Papar Cunningham.

Bacaan lanjutan  5 Peranan Cendawan Dalam Kehidupan Sehari-hari

“Dari proses ini (pengendapan logam berat oleh asam organic kapang), Kami dapat ‘memanen’ logam-logam murni dengan efisiensi tinggi” Tambah Cunningham.

Hasil sejauh ini menunjukkan bahwa kapang-kapang tersebut menggunakan asam oksalat asam dan asam sitrat, kedua asam tersebut mampu mengikat hingga 85 persen dari lithium dan hingga 48 persen dari kobalt dari limbah baterai bekas.

Selain kedua asam tadi, kapang yang digunakan juga menghasilkan asam glukonat, namun, asam glukonat tidak efektif untuk mengekstrak logam sebaik dua jenis asam organik yang lain.

Kobalt dan lithium tetap dalam medium asam cair setelah paparan jamur, catat Cunningham. Sekarang fokusnya adalah pada bagaimana untuk mendapatkan dua elemen dari cairan.

“Kami memiliki ide tentang cara menghapus kobalt dan lithium dari asam, tetapi saat ini, mereka tetap ide,” katanya. “Namun, mencari tahu Ekstraksi awal dengan jamur adalah langkah maju yang besar.”

Peneliti lain juga menggunakan jamur untuk mengekstrak logam dari scrap elektronik, namun Cunningham percaya timnya adalah satu-satunya yang menggunakan teknologi bioleaching dengan cendawan untuk menghabiskan mendaur ulang limbah baterai isi ulang.

Cunningham, Harwood dan mahasiswa pascasarjana Aldo Lobos sekarang meneliti strain kapang yang berbeda, mereka sedang mencari jenis asam organik yang efisien di mengekstrak logam dalam lingkungan yang berbeda.

Sumber Pustaka dan Gambar

artikel ini merupakan adaptasi dan translasi dari

Fungi recycle rechargeable lithium-ion batteriesEurekaAlert

 

Incoming search terms:

  • daur ulang baterai bekas
  • cara mendaur ulang baterai lithium
  • cara mendaur ulang batrai yang mengandung bahan berbahaya
  • limbah baterai bekas
author
Author: 
Laila Karomah yang lebih sering berpetualang di dunia maya sebagai evilgenius, merupakan mahasiswi Mikrobiologi Institut Pertanian Bogor. Bidang yang digemari oleh pegiat IT otodidak ini adalah mikrobiologi kesehatan, mikrobiologi lingkungan, bioteknologi mikrob, dan enzimologi.

Leave a reply "Mendaur Ulang Baterai Bekas dengan Cendawan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.