Morfologi Cendawan – Struktur dan Modifikasi Hifa

1 comment 6385 views

Daftar isi

Ciri dan Karakteristik Umum Cendawan (Jamur) : Morfologi Cendawan

Karakteristik umum cendawan memang sudah dibahas dalam artikel Pendahuluan Mikologi dalam Situs ini. Tapi Kami akan menjelaskan karakteristik serta morfologi cendawan lebih dalam disini.

Karakteristik Umum Cendawan

Cendawan adalah organisme eukariotik yang tidak memiliki klorofil, dapat berupa organisme uniseluler seperti pada khamir dan multiseluler seperti jamur dan kapang atau sel amuboid yang dapat bergerak bebas.

Sel pada cendawan sudah memiliki organel kompleks dan sistem endomembran seperti badan golgi, retikulum endoplasma dan mitokondria.

Sel dan hifa cendawan umumnya memiliki dinding sel yang terdiri dari glucan dan kitin. Meski beberapa jenis cendawan semu seperti Mycoplasma tidak memiliki dinding sel (Seperti Oomycota) dan ada pula yang tidak memiliki kitin, justru tersusun atas selulosa.

Karena tidak memiliki pigmen fotosintetik, cendawan umumnya bersifat heterotrof dan memperoleh makannanya sebagai saprofit, parasit, simbiotik atau dalam beberapa kasus, bersifat predator bakteri, alga, dan bahkan cacing nematoda.

Zoopagus, cendawan predator Nematoda

[Baca artikel: Biodiversitas dan Peranan Jamur Zygomycota di Indonesia : Zoophagus tentaclum )

Cendawan bereproduksi secara seksual dan aseksual. Reproduksi cendawan umumnya menghasilkan spora sebagai agen dispersalnya.

Morfologi Cendawan : Struktur Somatis dan Ultrastruktur Cendawan

Istilah untuk anggota tubuh cendawan bukanlah hifa vegetatif, karena cendawan tidak memiliki struktur batang, daun dan akar seperti tumbuhan, hingga penyebutan badan buah, hifa dan bagian tubuh lain dari cendawan adalah SOMA, atau struktur somatik. Adapula yang menyebut struktur cendawan, terutama jamur sebagai Thallus.
Secara morfologi, Struktur somatis cendawan umumnya terdiri dari tiga macam, yakni khamir yang bersel tunggal, hifa yang berupa benang multisel dan plasmodium, agregat sel-sel yang dapat bergerak karena tidak berdinding sel seperti Myxomycota.
[Baca info plasmodium Myxomycota lebih lanjut: Myxomycota ]
Berurutan dari kiri: Khamir, Hifa dan Plasmodium cendawan
Bacaan lanjutan  Fotosintesis Oksigenik Dan Anoksigenik - Keanekaragaman Metabolisme Mikrob

Struktur dan Modifikasi Hifa Cendawan

Struktur hifa umumnya berbentuk tabung panjang, tidak berwarna, memiliki percabangan, dan lumen berisi organel-organel dan protoplasma.
Hifa terbagi menjadi dua jenis berdasarkan keberadaan sekat pada struktur tersebut, hifa yang memiliki sekat (septat) dan hifa yang tidak memiliki sekat (aseptat). Contoh hifa cendawan yang memiliki sekat adalah Fusarium, sedangkan yang tidak memiliki sekat adalah cendawan dari kelompok Zygomycota.
Struktur hifa bersekat dan tidak bersekat

Jenis-jenis Sekat Pada Hifa Cendawan

Sekat pada hifa cendawan sendiri memiliki banyak tipe seperti pada gambar berikut:
Ragam sekat pada hifa cendawan (dari kiri, searah jarum jam): Sekat sederhana dengan woronin body, sekat penuh, sekat dolipor, sekat dengan clamp connection dan pseudoseptae.

Hifa dengan Sekat Sederhana

Hifa tipe ini umumnya tidak memisahkan sel-sel penyusun hifa cendawan dengan sempurna karena adanya pori pada sekat tersebut yang disumbat oleh woronin body atau benda woronin. Fungsi utama dari benda woronin ini adalah sebagai sumbat yang mencegah hilangnya sitoplasma sel hifa saat salah satu sel penyusun hifa mengalami kerusakan.
posisi woronin bodies yang terletak didekat pori sekat seherhana hifa cendawan, dan akan menutup apabila hifa mengalami kerusakan ntuk mencegah hilangnya sitoplasma sel.
Contoh cendawan yang memiliki sekat berpori dengan badan woronin ini adalah Ascomycota dan beberapa anggota Mitosporic fungi (istilah lama: Deutromycota)

Hifa Bersekat Sempurna

Hifa dengan sekat sempurna tanpa adanya pori umumnya muncul pada hifa yang mengalami kerusakan dan hifa yang menyokong struktur reproduktif, sporangium atau konidia, dari hifa somatis.
Skema hifa bersekat sempurna
Seluruh cendawan, bahkan Oomycota dan Zygomycota dapat memiliki septum jenis ini jika hifanya rusak atau membentuk struktur reproduktif.

Hifa Bersekat dengan Dolipor dan Clamp Connection

Hifa bersekat dengan dolipore dan clamp connection umumnya dimiliki oleh keluarga cendawan Basidiomycota.

Struktur sekat dolipor mirip dengan sekat dengan pori biasa yang terletak pada bagian tengah sekat. Namun, terdapat pembengkakan ujung septum yang membentuk pori. Dua buah bengkakan pada pori septum dolipore ini disebut sebagai parenthosome

Fungsi dari parenthosome adalah sebagai barrier yang mencegah organel berpindah, namun tetap memungkinkan pergerakan sitoplasma antar hifa pada suatu jalinan miselium.

Bacaan lanjutan  Jalur Pentosa Fosfat - Langkah Reaksi dan Regulasi
Fungsi dan Pembentukan Clamp Connection
Clamp connection adalah struktur ekstensif yang dapat ditemukan pada hifa cendawan Basidiomycota, bentuknya mirip tunas kecil pada nodus bambu.
Fungsi dari Clamp connection adalah untuk membantu proses pembelahan inti pada cendawan Basidiomycota yang bersifat dikaryon agar hifa anakannya pasti mendapat dua buah inti haploid.
Proses Pembentukan clamp connection pada hifa cendawan dikarya
[Pelajari pada artikel : Connection clamp dan Basidiomycota ]

Jenis-jenis dan Fungsi Modifikasi Hifa

Miselium: Hifa yang Membentuk Jalinan

Topik selanjutnya dari pengenalan morfologi cendawan adalah miselium.
Miselium adalah hifa-hifa yang membentuk jalinan pada cendawan. Jika Anda pernah melihat atau mengkonsumsi tempe, benang-benang halus berwarna putuh dari tempe adalah hifa-hifa yang saling menjalin menjadi miselium.
Cendawan yang memiliki hifa dan membentuk jalinan miselium sering disebut sebagai kapang.

Biasanya, saat membimbing praktikum, Kami akan menggunakan mnemonik key ‘kapang adalah kapas’ untuk memudahkan praktikan mengenal bahwa cendawan yang membentuk jalinan hifa adalah kapang.

Anastomosis: Pembentukan Jaring-jaring Miselium

Modifikasi Hifa: Pembentuk Jaringan Badan Buah

Sklerotium: Jaringan Pseudoparenkim Penyokong Struktur Reproduktif Pada Jamur

Jika Anda mengenal jaringan parenkim pada tumbuhan, pada cendawan, Anda akan menemukan kembaran albinonya, karena pseudoparenkim jamur tidak memiliki pigmen fotosintetik.

Modifikasi hifa berupa jaringan sklerotium yang mirip jaringan parenkim pada tumbuhan: Berupa sel-sel pendek dengan bentuk tak beraturan yang membentuk agregat pada matriks glukan ekstrasel.

Skletrotium pada cendawan
Sklerotium memiliki pigmentasi, biasanya dengan pigmen melanin untuk mencegah radiasi berbahaya dan memiliki kandungan cadangan energi seperti lipid, glikogen, senyawa fosfat dan protein karena pada umumnya, sklerotium memiliki fungsi sebagai penyokong struktur reproduktif.
Sklerotium pada jamur Polyporus mylittae, yang bergerminasi dan ‘mengeluarkan’ basidiokarp
( Image from E and R Kearney)

Rhizomorf: Modifikasi Hifa Mirip Perakaran Tumbuhan

Selain sklerotium dan stroma, cendawan, terutama jamur memiliki struktur modifikasi hifa lain yang mirip struktur tumbuhan yakni Rhizomorf.
Rhizomorf pada jamur (Image courtesy: http://bugs.bio.usyd.edu.au/)
Rhizomorf adalah jaringan modifikasi hifa yang telah mengalami diferensiasi mirip akar tumbuhan (Gambar a) seperti adanya jaringan hifa yang terdiferensiasi menjadi semacam epidermis pada bagian luar struktur tersebut.
Jaringan lain yang menyusun rhizomorf adalah jaringan korteks (Gambar c) dan medula (Gambar m) dan meristem apikel dengan diferensiasi baik seperti yang diilustrasikan gambar dibawah ini:
Rhizomorf: Modifikasi hifa cendawan yang telah mengalami diferensiasi dengan baik
fungsi dari rhizomorf pada jamur ini sebagai alat penetrasi substrat tumbuh seperti tanah atau batang pohon serta sebagai penyokong tubuh buah pada jamur.

Rhizoid dan Apresorium: Hifa yang Membantu Perlekatan Cendawan Pada Substrat

Struktur dan Fungsi Rhizoid Pada Cendawan
Rhizoid pada cendawan didefinisikan sebagai modifikasi hifa yang berfungsi sebagai alat penetrasi dan penyerapat zat nutrisi dari substrat yang ditumbuhi cendawan tersebut.
Cendawan Rhizopus umumnya memiliki Rhizoid pada bagian basal stolonnya
Umumnya rhizoid muncul dari bagian basal stolon hifa cendawan, terutama Rhizopus dan memiliki struktur yang banyak percabangannya. Fungsi percabangan dari rhizoid tersebut adalah untuk memperluas jaringan dari cendawan pemilik rhizoid tadi agar mendapat akses nutrisi yang maksimal.
Struktur dan Fungsi Apresorium Pada Cendawan
Sesuai namanya, A-press-orium, modifikasi hifa ini berfungsi memberi tekanan pada sel inang, sebagai substrat tumbuh. Apresorium sendiri merupakan tabung germinasi berukuran besar karena mengalami pembengkakan dan memiliki lobus.
Apresorium menekan epidermis inang sesaaat sebelum modifikasi hifa lain, infection peg masuk kedalam jaringan inang, dan dilanjutkan oleh haustorium yang melakukan penetrasi dan menyerap nutrisi dari dalam sel.
Struktur apresorium yang mirip tabung menggelembung dan memiliki lobus.
Dalam beberapa sumber, juga disebutkan bahwa apresorium memiliki fungsi dormansi yang sering berkembang sebagai klamidospora.

Modifikasi Hifa yang Membantu Cendawan Melakukan Penetrasi dan Penyerapan Nutrisi Pada Inangnya

Hifa Penetrasi (Penetration Peg, Infection Peg) Pada Cendawan
Seperti yang telah dijelaskan pada section apresorium tadi, infection peg atau penetration peg adalah modifikasi hifa yang berfungsi melakukan penetrasi kedalam jaringan inang, namun tidak masuk kedalam sel.
Dari penetration peg atau penetration hyphae inilah, modifikasi hifa lain, haustorium yang berfungsi melakukan penetrasi kedalam sel inang dan menyerap nutrisi ‘tumbuh’. Jadi, modifikasi hifa cendawan jamur parasit untuk menyerap nutrisi dari inang disebut haustorium (jamak: haustoria)
Hautorium: Penyerap Nutrisi Satu Arah Khas Cendawan Parasit

Seperti haustorium yang dapat ditemukan pada tumbuhan parasit, haustorium pada cendawan parasit juga berfungsi menyerap nutrisi dari sel inangnya. Berbeda dengan arbuskula, modifikasi hifa satu ini tidak memungkinkan pertukaran zat nutrisi dua arah. Haustorium memiliki bentuk seperti tabung yang membengkak atau bercabang pada ujungnya.

Bacaan lanjutan  Regulasi Daur Litik dan Lisogenik Pada Virus Bakteriofaga
Penetrasi hautorium pada sel inang
Arbuskula: Penyerap dan Pemberi Nutrisi
Berbeda dengan haustorium, modifikasi hifa berupa arbuskula identik dengan cendawan yang bersimbiosis mutualisme pada inangnya, dalam hal ini tumbuhan. Contoh cendawan yang memiliki arbuskula adalah Mikoriza arbuskular yang mampu memberikan beberapa manfaat bagi tumbuhan, termasuk pertukaran nutrisi antar inang dan cendawan asosiatnya.
Arbuskula yang memiliki banyak percabangan dan dapat ditemukan pada bagian korteks akar tumbuhan inangnya
Arbuskula memiliki banyak percabangan dan biasanya dapat ditemukan pada jaringan korteks akar inangnya.

Ultrastruktur Cendawan dan Pertumbuhan Apikal Hifa

Komponen Penyusun Sel Cendawan Sejati

Ultrastruktur dan Organel Sel Cendawan

Dominansi Apikal Pertumbuhan Hifa Cendawan

Incoming search terms:

  • morfologi cendawan
  • klasifikasi cendawan
  • struktur cendawan
  • contoh cendawan
  • sel cendawan
  • fungsi septum pada hifa
  • struktur vegetatif cendawqn
  • fungsi retikulum endoplasma pada hifa
  • Devinisi Cendawa
  • cendawan dan contoh
author
Author: 
Laila Karomah yang lebih sering berpetualang di dunia maya sebagai evilgenius, merupakan mahasiswi Mikrobiologi Institut Pertanian Bogor. Bidang yang digemari oleh pegiat IT otodidak ini adalah mikrobiologi kesehatan, mikrobiologi lingkungan, bioteknologi mikrob, dan enzimologi.
  1. Nematode-Trapping Fungi yang Berperan di Dalam Infeksi Nematoda sebagai Agensia Hayati - Master Mikrobiologi2 years ago

    […] spesies cendawan nematofagus membunuh nematoda secara kimiawi yaitu dengan menghasil beberapa enzim. Soares et al. […]

    Reply

Leave a reply "Morfologi Cendawan – Struktur dan Modifikasi Hifa"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.