Mengenal Transposon (Transposable Element) Pada Bakteri

Pengertian dan Penemuan Transposon Pada Bakteri 

Transposon atau transposable elemen (TE) adalah fragmen DNA (gen) yang mampu melepaskan diri menyisip pada bagian lain genom suatu organisme.
Transposon pertama kali diduga sebagai agen pembawa atau penyebab mutasi (mutator gene) yang membuat jagung memiliki dua warna dalam satu bongkol oleh Rhoedes (1930). 
Rhodes (1930) menduga bahwa variasi warna pada jagung ini diduga oleh mutasi yang dipicu oleh gen mutator , selanjutnya Mcclintock menemukan bahwa fenomena ini disebabkan oleh fragmen gen yang dapat berpindah dari sati lokus ke lokus lain. Fragmen DNA ini selanjutnya disebut Transposon atau Transposable Element
(Sumber gambar:http://chemistry.umeche.maine.edu/)
Namun, setelah dipelajari oleh seorang Nobelis Barbarra McClintock pada tahun 1940 selama satu dekade, McClintock menemukan bahwa penyebab jagung tersebut mengalami variasi warna disebabkan oleh gen yang dapat berpindah dari satu lokus ke lokus lain dalam genom jagung.
[baca sejarah penemuan transposon lengkap pada artikel berikut: Barbara McClintock and the Discovery of Jumping Genes (Transposons]
Dari penelitian yang berlangsung beberapa dekade setelah penemuan McClintock tersebut, arulah ditemukan, bahwa Transposable element atau Transposon juga ditemukan dalam genom organisme prokariotik, yakni bakteri dan archaea.
[PelajariTransformasi DNA pada bakteri Pada artikel ini: Transformasi DNA Bakteri – Konsep Dasar dan Teknik Transformasi DNA]

Penemuan Transposon Pada Organisme Prokariotik (Bakteri)

Transposon pada bakteri pertama kali ditemukan pada tahun 1950 di Jepang. Pada tahun tersebut, terjadi fenomena medis yang disebut-sebut mengerikan karena sejenis bakteri Shigella penyebab disentri yang memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan resisten terhadap berbagai jenis antibiotik.

transposon pada bakteri

Setelah beberapa penelitian, diketahui bakteri tersebut memiliki rangkaian gen yang diberi nama R factor (R: resistant). R factor tersebut memiliki kemampuan untuk merangkai banyak gen yang membawa sifat resisten serta memiliki kemampuan untuk bereplikasi sendiri dan berpindah kedalam sel bakteri lain melalui konjugasi seperti plasmid F pada E.coli.

Yang menjadi pertanyaan besar dari R factor itu sendiri adalah sebagai berikut
  • Bagaimana R factor  mampu merangkai gen sebanyak itu?
  • Bagaimana R factor  dapat mereplikasi diri, padahal bukan plasmid F?
  • Bagaimana R factor dapat berpindah dari satu sel kedalam sel lain?
Nah, jawaban paling tepat untuk menjelaskan karakteristik Faktor R tersebut adalah Transposon atau transposable element! [Griffith et al., 2000)

Mekanisme dan Jenis Transposisi Gen Pada Bakteri

Jenis Transposon Pada Bakteri

Mekanisme Transposisi Transposon Pada Bakteri

Implementasi Transposon Pada Bioteknologi dan Analisis Genom Bakteri

Daftar Pustaka


Griffiths AJF, Miller JH, Suzuki DT, et al. An Introduction to Genetic Analysis. 7th edition. New York: W. H. Freeman; 2000. Prokaryotic transposons. Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK21818/ 

Pray, L. (2008) Transposons: The jumping genes. Nature Education 1(1):204 [link: http://goo.gl/ZZhQP]


Bacaan lanjutan  Bakteri Ini Tak Mau Kalah Canggih Dengan Kinerja Otak

Incoming search terms:

  • Materi pdf tentang elemen genetik prokariota
  • transposon adalah
  • elemen genetik bakteri
  • makalah transposon
  • pengertian elemen transposable
  • transposable element adalah
  • transposon pada bakteri
  • trsnsposon pada elemen prokariotik
author
Author: 
Laila Karomah yang lebih sering berpetualang di dunia maya sebagai evilgenius, merupakan mahasiswi Mikrobiologi Institut Pertanian Bogor. Bidang yang digemari oleh pegiat IT otodidak ini adalah mikrobiologi kesehatan, mikrobiologi lingkungan, bioteknologi mikrob, dan enzimologi.

Leave a reply "Mengenal Transposon (Transposable Element) Pada Bakteri"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.