Alasan Mengapa Kita Harus Mempelajari Mikologi – Pendahuluan Kuliah Fisiologi Cendawan

Mengenal Mikologi dan Fisiologi Cendawan

Mikologi adalah salah satu cabang dari mikrobiologi yang mempelajari cendawan atau fungi.
Aspek-aspek yang dipelajari dalam mikologi sendiri antara lain:
  1. Fisiologi cendawan : Cabang mikologi yang mempelajari fisiologi dari cendawan
  2. Sistematika dan Taksonomi cendawan: Cabang mikologi yang mempelajari pengelompokan dan klasifikasi cendawan (fungi) dan anggota kingdom tersebut
  3. Bioteknologi cendawan: Cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan cendawan dalam bidang bioteknologi modern dan pemanfaatan fungi dalam bidang teknologi
  4. Genetika cendawan: Mempelajari pewarisan sifat, identifikasi dan pemanfaatan gen-gen dari cendawan

Mikologi juga mempelajari aspek lain seperti pemanfaatan cendawan dalam dunia medis.


Pengenalan Kingdom Fungi atau Kerajaan Cendawan

Fungi atau terjemahan bebasnya, cendawan (dalam lingkungan IPB dan beberapa Universitas lain) adalah salah satu mikrob yang memiliki peranan penting dalam sejarah manusia. Cendawan telah dikenal dari ribuan tahun lalu baik sebagai bahan makanan, obat, dan sering kali sebagai hama atau patogen pada tumbuhan, hewan, dan pada manusia sendiri.
Anda mungkin mengenal cendawan yang menyebabkan panu, cendawan yang membuat singkong dengan tekstur keras menjadi tape yang lembut, atau merasakan lezatnya tumis jamur tiram putih yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat.
Jumlah cendawan sendiri tidak hanya puluhan, ratusan atau ribuan.
Blackwell (2011) melaporkan pada jurnal ilmiahnya yang berjudul The Fungi: 1, 2, 3 … 5.1 million species? Bahwa terhitung ada 5,1 juta spesies cendawan diseluruh dunia.
Jumlah tersebut sudah termasuk cendawan-cendawan yang tidak dapat dikulturkan, atau not yet culturable.

Ciri-ciri dan Karakteristik Umum Cendawan 

Cendawan sendiri adalah anggota domain eukarya, yang memiliki membran inti dan memiliki kedekatan filogenik dengan hewan (kingdom animalia) dibandingkan dengan tumbuhan, meski pada awalnya organisme ini dianggap sebagai tumbuhan.
Cendawan sendiri tidak berklorofil, hingga hidup sebagai obligat heterotrof yang hidup dari materi organik makhluk hidup lain untuk melangsungkan kehidupannya.
Umumnya, cendawan memiliki dinding sel yang terdiri dari kitin serta bereproduksi dengan melepaskan spora pada lingkungan.

Penggolongan Cendawan Berdasarkan Jumlah Sel dan Morfologinya

Umumya, dikenal tiga jenis fungi berdasarkan jumlah sel dan morfologinya.
 
Yeast atau khamir, cendawan yang terdiri dari satu sel tunggal (uniseluler). Contohnya adalah Saccharomyces cereviceae, sang ragi roti.
 
Mould atau kapang, terdiri dari banyak sel yang teraingkai membentuk benang-benang filamen dan teranyam menjadi miselium
Mushroom, jamur, merupakan cendawan yang memiliki ukuran makroskopis dan dapat memproduksi tubuh buah. Contohnya adalah jamur tiram, shitake atau jamur maitake, yang dikenal sebagai jamur lezat dan bermanfaat medis.
Contoh cendawan makroskopis yang membentuk badan buah: jamur
Bacaan lanjutan  Transduksi Sinyal Pada Mikroorganisme
Cendawan uniseluler yang dimanfaatkan dalam bioteknologi, khamir S.cereviceae
Kapang tempe, salah satu anggota Zygomycota asal tempe yang menarik dunia

Lalu, Apa Alasan Kita Mengenal Cendawan dengan Mempelajari Mikologi dan Fisiologi Cendawan?

Okay, lah..
Anda telah mengenal cendawan seperti jamur tiram, cendawan penyebab panu, khamir pada proses pembuatan roti atau jamur Truffle yang harganya melebihi harga emas murni.
Tapi tahukah Anda?
Bahwa salah satu alasan tentara sekutu memenangkan perang dunia ketiga adalah cendawan?
Bukan, cendawan tidak membuat tentara sekutu, terutama amerika menjadi manusia super seperti Hulk atau Spiderman.
Adalah Alexander Flemming, seorang mikrobiologis yang berhasil menemukan penisilin, senyawa antibiotik yang membantu melindungi prajurit yang terluka dalam perang tersebut dari serangan infeksi mikrob patogen.
Tunggu dulu,
Anda juga perlu mengenal Escovopsis, kapang parasit yang biasanya menginvasi koloni semut pemotong daun yang bersimbiosis dengan kapang Trachymyrmex yang dikenal sebagai salah satu kegiatan agrikultur dalam dunia animalia selain manusia.
Ternyata kapang Escoyopsis berpotensi menjadi agen pengontrol semut pemotong daun yang umumnya menjadi hama dari tanaman-tanaman pangan, terutama didaerah Amerika.
Nah, inti dari dua ceritera tersebut adalah,
Fungi atau cendawan memiliki keunikan dan manfaat bagi kehidupan manusia.
Tentu saja,
Anda tidak akan mampu memanfaatkan cendawan-cendawan tersebut jika Anda tidak mempelajari dan mengenal cendawan dari berbagai aspek kehidupannya!

Contohnya adalah pemanfaatan kapang Pennicilium notatum sebagai penghasil penicilin, sebenarnya penicilin adalah zat yang dikeluarkan oleh kapang tersebut untuk kepentingannya sendiri, yakni memenangi kompetisi, terutama dengan bakteri gram positif dalam mendapat akses pada sumber nutrisi.

Mekanisme tersebut termasuk dalam ciri fisiologis cendawan, yakni interaksi antar mikrob, spesifiknya interaksi antagonistik.

Bacaan lanjutan  Adaptasi Prokariot yang Tidak Memiliki Dinding Sel Terhadap Stress Osmotik

Atau begini,

Anda pernah mendengar atau membaca cerita tentang keracunan sehabis mengonsumsi jamur yang ditemukan pada sawah atau ladang?

Dan kasus tersebut membuat Anda cenderung paranoid dan tidak mau mengonsumsi jamur yang Anda temukan.

Paranoid tersebut dapat Anda hilangkan dengan mempelajari, mengelompokkan dan mengetahui masing-masing jamur dan cendawan lainnya dengan mendalami ilmu cabang mikologi yakni sistematika fungi.

Jika Anda memiliki kemampuan untuk mengenal dan mengelompokkan cendawan, Anda akan mampu menghindari jamur yang beracun dan memilih jamur lezat nan bergizi dari halaman belakang Anda!

Artikel-Artikel Spesial Fisiologi Cendawan dari www.mikrobio.net

Nah, berhubung dalam bulan ini Author menghadapi UTS di SPs IPB, maka Author akan menyajikan beberapa artikel dengan tema fisiologi cendawan antara lain:
  1. Struktur Somatik dan Ultrasruktur Sel Cendawan
  2. Pertumbuhan dan Perkembangan Cendawan: Perkecambahan Khamir dan Perpanjangan Hifa
  3. Metabolisme dan Metabolit Sekunder Cendawan

Nah, silahkan tunggu update artikel diatas!

Sumber Pustaka

Blackwell M. 2011. The fungi: 1, 2, 3 … 5.1 million species?. Am J Bot. 2011 Mar;98(3):426-38. doi: 10.3732/ajb.1000298

Kimball, J. 2015. Fungi. Serial online: http://goo.gl/srLLg diakses: 22 Oktober 2015
Lucas A. Meirelles, Scott E. Solomon, Mauricio Bacci, April M. Wright, Ulrich G. Mueller, Andre Rodrigues. SharedEscovopsisparasites between leaf-cutting and non-leaf-cutting ants in the higher attine fungus-growing ant symbiosis. Royal Society Open Science, 2015; 2 (9): 150257 DOI: 10.1098/rsos.150257

Incoming search terms:

  • content
  • mikologi
  • manfaat mikologi
  • mengapa kita perlu mempelajari mikrobiologi
  • mengapa mikologi perlu dipelajari
  • alasan mengapa kita perlu mempelajari fungi
  • alasan mengapa mikrobiologi perlu di pelajari
  • bagaimana pentingnya belajar mikrobiologi
  • kenapa kita harus belajar mikrobiologi
  • Manfaat mikolo
author
Author: 
Laila Karomah yang lebih sering berpetualang di dunia maya sebagai evilgenius, merupakan mahasiswi Mikrobiologi Institut Pertanian Bogor. Bidang yang digemari oleh pegiat IT otodidak ini adalah mikrobiologi kesehatan, mikrobiologi lingkungan, bioteknologi mikrob, dan enzimologi.
  1. author

    tukang pos3 years ago

    This comment has been removed by a blog administrator.

    Reply

Leave a reply "Alasan Mengapa Kita Harus Mempelajari Mikologi – Pendahuluan Kuliah Fisiologi Cendawan"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.