Mekanisme Transport Elektron Pada Mikroorganisme

No comment 2036 views

Pengertian Transport Elektron

Sebagian besar energi yang digunakan dalam kegiatan biologis makhluk hidup termasuk mikroorganisme dihasilkan melalui proses transport elektron. Proses transport elektron memicu aliran proton yang akan menggerakkan ATP-ase. Enzim yang juga merupakan proton transporter tersebut akan aktif dan mengkatalis pembentukan ATP.
Elektron-elektron yang dihasilkan dari proses oksidasi senyawa hasil metabolisme akan dialirkan melalui molekul-molekul pembawa (carrier) seperti beberapa jenis protein dan senyawa lipid seperti quinone.
 
Masing-masing molekul pembawa elektron tersebut memiliki potensial elektroda (kapasitas muatan) yang berbeda. Elektron akan mengalir dari molekul karier yang memiliki potensial rendah menuju molekul yang memiliki potensial lebih tinggi.

Aseptor Elektron Terakhir dan Jenis Respirasi

Jenis respirasi sel terbagi menjadi dua yakni respirasi aerob dan respirasi anaerob. Respirasi aerob menggunakan oksigen sebagai aseptor elektron saat transport elektron berjalan. Sedangkan respirasi anaerob menggunakan senyawa selain oksigen seperti nitrat dan sulfat yang termasuk senyawa inorganik, dan senyawa organik seperti fumarat sebagai aseptor oksigen terakhir.

Molekul Pembawa (Carrier) Pada Transport Elektron

Molekul-molekul yang dapat menjadi carrier elektron adalah protein (flavoprotein, Fe-S, dan sitokrom) serta lipid seperti quinone. Carrier elektron biasanya membentuk kompleks oksidoreduktase bersama enzim-enzim multiprotein. Elektron sendiri biasanya dibawa dalam gugus prostetik berupa molekul non-protein yang terikat pada protein tersebut.

Molekul Flavoprotein

Flavoprotein memiliki FAD (flavin adenosine dinucleotide) atau FMN (flavin mononucleotide) flavin ini disintesis dari vitamin riboflavin (vit B2),  dan berfungsi sebagai gugus prostetik. Flavoprotein mampu menampung atau mendonorkan satu atau dua elektron serta hidrogen sekaligus.

Molekul Quinone

Quinon adalah molekul lipid yang mampu menjadi carrier elektron dan hidrogen dari kompleks-kompleks protein carier yang tidak dapay bergerak. Karena bersifat hidrofobik, quione dapat bergerak bebas pada fase hidrofobik lipid membran sel (untuk mikroorganisme prokariot) atau membran mitokondria. Molekul ini umumnya memiliki rantai isoprenoid yang terdiri dari 6 hingga 10 atom karbon.
Bakteri umumnya memiliki dua jenis Quinone:
  • Obiquione (UQ) yang juga dapat ditemukan pada mitokondria
  • Menaquinone (MQ/MK) yang dibuat dari vitamin K dan memiliki potensial lebih kecil dari UQ. MQ umumnya digunakan saat respirasi anaerob
Bacaan lanjutan  S-layer pada Bakteri Patogen dan Ketahanan Terhadap Imunitas

Iron Sulphur Protein (FeS Protein)

Protein ini memiliki kompleks Iron-sulfide (FeS) sebagai gugus prostetik. Sulfur pada gugus tersebut menaikkan keasaman dan sulfur pada gugus tersebut dilepas sebagai H2S. Sebuah protein FeS dapat memiliki lebih dari satu gugus FeS. Contohnya adalah kompleks enzim pengoksidasi NADH memiliki empat gugus FeS sekaligus dan masing-masing gugus FeS memiliki potensial yang berbeda.
Masing-masing elektron akan bergerak dari gugus FeS dengan potensial rendah menuju gugus lain yang memiliki potensial lebih tinggi.

Sitrokrom

Sitokrom memiliki gugus heme sebagai gugus prostetik. Gugus heme sendiri terdiri dari empat cincin pirol dengan jembatan metana hingga disebut sebagai tetrapirol. Pirol yang berikatan dengan rantai samping yang panjang disebut porphyrins, hingga heme termasuk porphyrin yang dapat disintesis dari intermediet siklus krebs.
Pada inti heme, terdapat sebuah atom besi (Fe) yang berikatan dengan atom nitrogen pada cincin pirol. Ion besi tersebut dapat berubah dari  Fe2+ (tereduksi) menjadi Fe3+ (teroksidasi). Potensial dari masing-masing sitokrom berbeda sesuai jenis protein dan interaksi molekuler disekitar molekul tersebut.
Terdapat empat jenis sitokrom. Cyt a, b, c dan d yang memiliki empat gugus heme. Sedangkan Cyt O pada bakteri termasuk Cyt tipe b.

Pengelompokan Carrier Elektron Pada Bakteri

Incoming search terms:

  • 2 4-dinitrofenol pada transpor elektron
  • cintoh jenis bakteritranspor elektron
  • keterlibatan vitamin dalam proses transfer elektron
  • Macan mikroba tranport eletkron lengkap
  • respirasi aerob glikolisis
  • respirasi sel mikrobio net
  • trnaspot aktif bakteri
author
Author: 
Laila Karomah yang lebih sering berpetualang di dunia maya sebagai evilgenius, merupakan mahasiswi Mikrobiologi Institut Pertanian Bogor. Bidang yang digemari oleh pegiat IT otodidak ini adalah mikrobiologi kesehatan, mikrobiologi lingkungan, bioteknologi mikrob, dan enzimologi.

Leave a reply "Mekanisme Transport Elektron Pada Mikroorganisme"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.