Anda Diet dan Tetap Gemuk? Salahkan Bakteri Saluran Pencernaan Anda!

Gagal Diet Bisa Saja Diakibatkan Oleh Bakteri-bakteri Pada Saluran Pencernaan Anda!

Bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan, pasti banyak hal yang Anda lakukan, mulai dari berolahraga rutin, mengatur ransum makanan yang Anda konsumsi bahkan mengonsumsi berbagai obat dan suplemen yang diklaim mampu membantu Anda mendapatkan berat badan yang ideal.

Nah, masalahnya pasti seperti ini,

Ada kalanya Anda tetap terus mengalami kenaikan berat badan, meski hal-hal diatas telah Anda lakukan. Bahkan Anda hanya sedikit mengonsumsi karbohidrat dan makanan berlemak yang sering menjadi biang keladi meroketnya berat badan. Jika benar demikian, bisa saja penyebabnya adalah bakteri-bakteri yang mengkolonisasi saluran pencernaan Anda!

Artikel ini rada berat untuk Anda yang belum pernah mempelajari mikrobiologi, jadi ada beberapa bagian penjelasan yang Kami sembunyikan dalam spoiler.

Homeostasis Komunitas Bakteri dalam Saluran Pencernaan Manusia

Jadi begini,

Pada tubuh manusia, ada sistem khusus yang dapat mendeteksi dinamika populasi bakteri dalam saluran pencernaan dan mengaturnya agar tetap pada kuantitas yang optimal.

Proses ini disebut homeostasis, homeostasis adalah menjaga keseimbangan. mirip dengan homeostasis fisiologi. Tapi bedanya, pada kali ini, yang dijaga agar tetap seimbang dan konstan adalah jumlah populasi yang menyusun komunitas mikrobiota dalam saluran pencernaan Anda.

nah,

Pertanyaannya adalah,

apa yang terjadi apabila jumlah populasi penyusun komunitas mikrobiota saluran pencernaan tersebut berubah?

Banyak, ah, anyway, keadaan ini disebut dengan disbiosis!

Bacaan lanjutan  Medium Nutrient Agar - Komposisi, Kegunaan dan Cara Membuatnya

Gangguan kesehatan yang dapat terjadi akibat disbiosis diatas adalah sebagai berikut:

  • Alergi
  • Asma
  • inflammatory bowel disease
  • Kanker saluran pencernaan bahkan kanker hari (Bacaan lanjut: Oncobiome)
  • Gangguan metabolisme

Nah, dari daftar gangguan kesehatan akibat disbiosis diatas, gangguan metabolisme-lah yang menjadi fokus artikel ini.

mengapa pergeseran populasi tersebut dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh?

well,

Hal tersebut dapat terjadi karena mikroorganisme saluran pencernaan juga memiliki peranan besar dalam menentukan alur metabolisme dalam tubuh. Jumlah populasi penyusun komunitas saluran pencernaan bergeser, Maka pola metabolisme tubuh kita akan berubah juga.

Karena selain gangguan metabolisme seperti diabetes, ternyata obesitas atau kegemukan juga merupakan salah satu efek negatif dari bergesernya populasi mikrobiota penyusun komunitas mikrobiome dalam saluran pencernaan Kita.

Nah, pembuktian pernyataan diatas adalah sebagai berikut:

Mamalia, Dengan Homeostasis Mikrobiota Saluran Pencernaan yang Rusak Berpotensi Mengalami Kegemukan dan Gagal Diet Karena…..

Pada saluran pencernaan mamalia, termasuk manusia, terdapat protein reseptor yang disebut toll-like receptor 5 (TLR5). (Info tentang reseptor TLR 5 dapat Anda baca di: Toll-like Receptor 5).

Nah,

Protein reseptor flagelin inilah yang berperan dalam proses deteksi dan homeostasis jumlah mikroba penyusun komunitas mikrobiota dalam saluran pencernaan kita.

Logikanya,

Jika protein reseptor tersebut mengalami kerusakan, maka sistem yang mengatur agar populasi penyusun komunitas mikrobiota dalam saluran pencernaan Anda tidak berfungsi, dan beberapa gangguan metabolisme seperti kegemukan dan diabetes akan muncul.

Pernyataan diatas telah dibuktikan oleh Singh et al. (2015). Dengan menguji tikus-tikus tanpa protein reseptor (TLR5) yang mereka sebut T5KO, Singh dkk. membuktikan bahwa disbiosis akibat hilangnya protein TLR5 telah menyebabkan tikus T5KO mengalami beberapa gangguan metabolisme, termasuk obesitas (kegemukan).

Bacaan lanjutan  Mendaur Ulang Baterai Bekas dengan Cendawan

 

diet

jumlah bakteri saluran pencernaan yang meningkat akibat TLR5 yang rusak atau berkurang jumlahnya dapat menyebabkan kerusakan hati dan gangguan metabolisme, termasuk diabetes dan kegemukan meski telah melakukan diet (Singh et al., 2015)

Mungkin Anda akan berpikir, bahwa dengan diet makanan berserat tinggi, masalah ini akan hilang dan dapat membuat tikus-tikus tersebut kembali kurus dan sehat,

well, Anda salah besar!

Justru dengan keadaan demikian, serat makanan adalah biang kerok dari masalah diatas. Karena serat tersebut pada dasarnya adalah “makanan” bagi sang bakteri, dan bakteri tersebut akan melepas asam lemak berantai pendek dalam jumlah besar yang akan memicu penimbunan lemak dalam hati dan kegemukan pada tikus-tikus diatas.

Penimbunan lemak di organ hati (liver) ini akan menyebabkan kerusakan hati dan gangguan metabolisme lain dan penimbunan lemak pada jaringan adiposa, akan mengakibatkan diet tikus diatas gagal!

Disadur dari Sciencedaily, sekitar 10 persen dari total populasi manusia di bumi memiliki mutasi pada gen penyandi TLR5 yang mengakibatkan gangguan fungsi reseptor tersebut dalam mendeteksi dinamika populasi mikrobiota dan memberi informasi sistem imun untuk merespon perubahan yang ada dan berpotensi mengalami gangguan metabolisme yang sama dengan tikus T5KO milik Singh dkk diatas. Yakni berat badan Anda akan terus bertambah meski telah mengonsumsi makanan sehat kaya serat,

alias, diet Anda gagal :v.

Sumber Pustaka dan Bacaan Lanjutan

Dysbiosis Of The Gut Microbiota In Disease

Singh, Vishal, Benoit Chassaing, Limin Zhang, Beng San Yeoh, Xia Xiao, Manish Kumar, Mark T. Baker, et al. 2014. “Microbiota-Dependent Hepatic Lipogenesis Mediated by Stearoyl CoA Desaturase 1 (SCD1) Promotes Metabolic Syndrome in TLR5-Deficient Mice.” Cell Metabolism 1. Elsevier Ltd: 1–14. doi:10.1016/j.cmet.2015.09.028.

Bacaan lanjutan  Nematode-Trapping Fungi yang Berperan di Dalam Infeksi Nematoda sebagai Agensia Hayati

 

 

author
Author: 
Laila Karomah yang lebih sering berpetualang di dunia maya sebagai evilgenius, merupakan mahasiswi Mikrobiologi Institut Pertanian Bogor. Bidang yang digemari oleh pegiat IT otodidak ini adalah mikrobiologi kesehatan, mikrobiologi lingkungan, bioteknologi mikrob, dan enzimologi.
  1. author

    Semuanya Indonesia2 years ago

    jadi ini akar maslahnya sebenernya gak perlu diet-dietan yang penting natural :3

    Reply
  2. author

    Wahyu2 years ago

    oh gitu ya, makasih info kesehatannya sob

    Reply

Leave a reply "Anda Diet dan Tetap Gemuk? Salahkan Bakteri Saluran Pencernaan Anda!"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.